Kamis, 23 Februari 2017

Karena Mimpi Bisa Berubah

Posted by Tamy on Februari 23, 2017 with No comments

Nulis postingan ini atas motivasi abis bacain blognya si tde, dan tetiba dia nagih-nagih nyuruh update blog, ngasih ide pula kudu nulis apaan.
Jadi yaudah, mari kita curhat lagi.

Alert: Ini bakal agak panjang dan lumayan bikin muak (kayaknya), karena isinya curhatan doang. If you think it's going to waste your time, just close this window and say bye hahahaha

Once upon a time (halah kayak dongeng), ku pernah terobsesi banget sama Bahasa.
Waktu SD, aku suka pelajaran Bahasa Indonesia. Soalnya di buku cetak banyak kutipan cerita rakyat dan cerpennya.
SMP, seneng pelajaran Bahasa Inggris. Tulisan gurunya cantik banget, sampe usaha buat niru harus bisa nulis serapi itu. Meskipun kalah jauh. Hahaha.
Lanjut di SMA, ada dua Bahasa tambahan yang dipelajari. Bahasa Arab sama Bahasa Jepang.
Bahasa Arab aku pernah belajar dasar-dasarnya pas SD, jadi nggak terlalu kaget dan lumayan nyambung waktu belajar di kelas.
Bahasa Jepang, karena bener-bener baru kenal banget, jadi excited luar biasa dan langsung suka.

Pokoknya, waktu SMA ada satu hari, hari kamis, di mana mata pelajarannya bahasa semua + Penjaskes. Hari paling ku nanti sepanjang minggu. Hari aku nggak perlu mikirin cara ngebolak balik rumus dan ngapalin tabel periodik, ngurusin Logaritma, sin cos tan, sampe nyari tau kenapa kromosom X dan Y itu beda.

Akhirnya, aku mulai memupuk mimpi. Aku pengen bisa banyak bahasa, biar bisa kemana-mana dengan lebih mudah.
Dan ku pikir, ngawalinnya itu dengan cara harus pinter Bahasa Internasional dulu, Bahasa Inggris.

Duh, prolognya panjang banget elaaaahh.
Gapapa yah, kalo capek tinggalin aja. Aku udah biasa ditinggalin soalnya, so it's not a big deal. Wkwkwk *curhat mulu*

Short story, aku akhirnya diterima di jurusan Bahasa Inggris di salah satu universitas negeri lewat jalur tulis.
Bahagia? Bukan lagi.
Bangga? Beuhhh berasa pencapaian maksimal, meskipun orang lain bakal mikir 'meh, jurusan gitu doang', tapi akunya ngerasa seneng parah.
Tapi di detik yang sama, aku juga sadar kalo aku nggak bakal bisa lanjutin mimpi ini.

Dan ya, seperti yang semua orang tau. Aku terdampar di tempat lain, berpakaian putih-putih (bukan pocong atau kunti tapiiii!), dan mempelajari sesuatu yang bener-bener nggak pernah ada di bayangan dari dulu.

Perih? Duh nggak usah ditanya.
Sedih? Ampun, tiap malem nangis mulu tapi ga bisa apa-apa.
Marah? Rasanya pengen nyalahin semua manusia di bumi.
Sakit? Banget. Syukur-syukur nggak pake depresi hahaha.

Tapi ya gitu. Life must go on.
Tiga tahun penuh perjuangan terlewati, dengan banyak keinginan mundur di dalamnya, dengan banyak sumpah serapah (serius, aku sering banget nyumpah-nyumpah nggak jelas waktu itu), dengan penyesalan tapi juga diiringi banyak pengharapan, kebanggaan, dan penerimaan.

Ku kira, mimpiku bakal mati gitu aja setelah aku masuk ke lingkungan yang jauh melenceng dari harapan.
Ternyata, seiring waktu berjalan, dengan aku yang masih nyimpen rapat-rapat keinginan kecil itu, aku mulai nyoba mikir positif.

Mungkin, emang harus gitu jalannya.
Mungkin, itu yang terbaik yang bisa ku dapetin.
Mungkin, kalo nggak di situ aku nggak akan ketemu temen-temen super awesome yang nggak pernah lelah ngasih support.
Mungkin, kalo nggak dengan cara itu aku nggak akan ada di titik sekarang.

Hari ini, aku tengah mengupayakan mimpi baru.
Kita nggak pernah dibatasin kan, harus punya mimpi berapa? So yeah, sementara mimpi yang satu belum ada jalan buat tumbuh, nggak salah kalo kita nyari interest baru.

Menjadi mahasiswa lagi, dan mengambil peminatan berbeda dari jurusan sebelumnya, butuh keberanian dan keyakinan yang kuat.
Meski masih berhubungan, tapi pindah itu nggak selalu mudah.

Awalnya belajar ngitungin beban pencemaran air, limbah, tanah, udara, BOD, COD, DO (Bukan Do Kyung Soo ya!), pH, suhu, kelembaban, kekeruhan, NOx, SOx, (PSx juga sekalian) dan sederet parameter lain yang menyenangkan menjadi kehebohan ngurusin manajemen K3 di perusahaan dan industri.

Menjadi mahasiswa lagi, bukan berarti segalanya jadi lebih mudah.
Biasa apa-apa banyakan praktek di lapangan dan langsung terap, sekarang harus mikir kritis dan pinter nganalisis, ngajuin pendapat, bahkan harus adu argumen.

Tugas juga nggak berenti-berenti ngalir aja kayak kran bocor.
Hampir seluruh tugas harus pake mikir banyak, telaah jurnal (berbahasa inggris pula), dan lama-lama capek juga.
Dulu, perasaan ngerjain tugas nggak pernah seribet ini. Paling banter ngitung pake rumus, ngerancang dikit2, tulis tangan, langsung jadi. Apalagi bisa nyontek punya Iis dan mentemen yang lain wkwkwk.
Yang paling ribet ya itu, laporan berlapis, ditambah tugas akhir yang menguras tenaga pikiran dan air mata. Tapi akhirnya lewat juga.

Tapi sekarang mau nyontek begimane (meskipun kadang masih juga minta arahan wkwk), tugasnya beda-beda terus, presentasi hampir selalu individu, sekalinya kelompok aku malah ngerasa kayak dibebani.

Mungkin dulu kalo ada tugas kelompok, aku nggak pernah didesak dan dikasih deadline. Seringnya ngerjain last minute dan nggak ada yang protes wkwk.
Sekarang, rasanya kayak apa ya? Ditungguin orang, diatur-atur harus gini harus gitu, sharing pendapat tapi hampir selalu nggak sejalan.
Entah cara mikirku yang nggak nyampe kesitu, atau akunya aja yang nggak siap adu argumen.

Tapi enaknya, temen-temen sekarang aktif semua. Jadi, aku bisa melebur ke bayang-bayang. Ngerasain sesekali gimana kita nggak ngapa-ngapain tetiba tugas uda selesai aja hahaha. Kalo udah begini antara bersalah dan seneng campur campur xD.

Nah bagusnya, nggak pernah sekalipun aku nyesel. (Apa karena baru 2 semester? Semoga seterusnya yaaa).
Beda kalo dulu, tiap nemu kesulitan dikiiiiiiittttt aja, aku pasti ngoceh.
"Nyesel. Siapa suruh masuk sini. Pengen berenti aja. Capek. Kesel"
Selalu nyari-nyari alasan buat nyalahin orang.

Di sini, aku ngejalanin semuanya nggak pake ribet.
Meskipun suka ngeluh, itu nggak sampe marah-marah dan nyesel-nyesel segala.
Mungkin karena ini pilihanku sendiri? Mungkin karena dibalik keluhanku itu, sebenernya aku menikmatinya.
Mungkin, ini karena aku mulai punya mimpi baru?
Bisa jadi.

Intinya, mimpi boleh berubah.

Seperti Go Hye Mi di Dream High, awalnya pengen jadi penyanyi opera terkenal yang sekolah di Juilliard, tetapi takdir menaruhnya di Kirin, mengantarkannya menjadi Idol, dan berakhir menjadi penyanyi solo.

Mungkin jalan yang dilalui harus menyimpang, sebelum akhirnya kita bisa menemukan kembali jalan yang mengarahkan ke mimpi besar yang kita kira sudah lenyap, ternyata hanya tertidur dan menunggu dibangunkan.

Mungkin sekarang aku sedang mengejar mimpi baru, tetapi aku tau, kalau sesungguhnya keinginan lamaku itu belum mati.

Aku percaya, jika memang aku tetap berupaya, aku akan bisa meraihnya.
Mendalami bahasa lain, agar bisa kemana-mana.
Atau, aku akan bisa kemana-mana, untuk mempelajari bahasa-bahasa lain di luar sana.
(Ada aamiin?)

Nah. Keep your dreams alive.
Never let them dying inside.
We can achieve it, if we believe.

Best regards,
Tamy♡

Jumat, 10 Februari 2017

Sehangat Matahari Pagi

Posted by Tamy on Februari 10, 2017 with No comments

Untuk kamu yang selalu tersenyum, tiap kali kita bertemu muka, tiap kali kita berpapasan di jalan.
Senyum yang singkat, namun hadirnya seperti sinar matahari pagi, hangat, tidak menyengat.

Meski tak ada sapa, tak pernah sempat berbicara, tapi aku selalu bahagia kala semesta mempertemukan kita.

Tak banyak yang ku tahu tentangmu.
Selain nama, tempat tinggal, dan beberapa teman yang juga temanku.
Bahkan, di sosial media-pun aku tak punya gambaran yang manakah akun milikmu.

Sudah lama sekali sejak terakhir kita melibatkan kata-kata.
Tak pernah secara sengaja, selalu dibumbui kebetulan yang menghangatkan.

Ketika itu, malam api unggun di salah satu perkemahan sabtu-minggu.
Aku hanya mampir sebagai tamu, mencoba mencari seorang yang ku kenal, namun malah dihadapkan pada dirimu.
Duduk di situ, memegang gitar, menyanyikan salah satu hits milik Ungu, Laguku.
Sambil tersenyum ke arahku. Lebar. Tanpa ragu.

Kebalikannya, aku mematung dan tak tahu harus berlaku.
Namun semesta tak membiarkanku terpukau terlalu jauh.
Kau menghentikan lagu itu, menunjukkanku sosok yang tengah ku cari, dan memutus satu menit paling manis dalam hidupku.

Kali lain, aku tengah menunggu. Menunduk. Menghindari matahari yang tak mau berkompromi.
Sekalinya aku mengangkat wajah, satu senyuman lain ku dapati.
Kamu, di atas motor yang berjalan, masih menyempatkan memberiku satu cengiran khas yang selalu ku suka.
Yang menulariku untuk menarik sudut bibir, dan membentuk senyuman juga.

Sayangnya, aku sering melewatkan senyummu. Sekali, aku terlalu fokus pada jalanan di depanku. Orang lain yang memberiku tahu bahwa kamu sempat memberiku senyum seperti biasa, padahal aku sama sekali tidak menyadari keberadaanmu.

Pernah juga, aku melihat kamu membonceng satu sosok gadis cantik, namun tetap memberiku senyum.
Meski sedikit tertahan, dan ada keraguan.
Tapi aku sungguh tak merasa kesal dan marah. Biasa saja.

Mungkin, memang hanya sebatas situ arti kehadiran kita satu sama lain. Teman, yang tidak terlalu akrab dan kenal. Namun tetap mampu memberi kesan lain yang baik.

Bisakah, kita begini saja terus? Tak perlu kenal terlalu jauh. Cukup senyum malu-malu yang menjadi kebahagiaan tak beralasanku.
Tak perlu mengikutsertakan perasaan dan hati, karena aku tidak mau membiarkan rutinitas menyenangkan ini berakhir pilu.

11 Februari 2017
Dari T, untuk T.

Rabu, 08 Februari 2017

Masih Betah Kan, Jadi Temenku?

Posted by Tamy on Februari 08, 2017 with No comments

Coy, males sebenernya mau bikin surat buat you. Pasti bakal panjang banget jadinya. Tapi berhubung si Tde udah pernah ku suratin, bolehlah kesempatan emas ini ku kasih ke dirimu juga hahaha.

Hey, Iis Qori Lestari! Do you remember the first day we met, more than 4 years ago?

Di situ udah keliatan kalo kita bakal cepet akrab, baru juga kenal sehari-dua hari langsung nyambung aja ngobrolin orang wkwk.
Ternyata ditakdirin buat satu kelas, berujung duduk sebelahan, dan bertahan selama tiga tahun full. Sayang, waktu wisuda aku nggak bisa duduk sampingan sama peraih IPK tertinggi seangkatan ya hahaha.


To be honest, you're my favorite seat-mate in the class. Why?

Karena, kalo duduk sebelahan sama elu itu bawaannya nyambung aja denger penjelasan dosen, lebih mudah paham sama materi setelah kita diskusiin bareng, jadi kalo pas ulangan bisa cepet inget. Mungkin efek pintermu jadi nular kali ya.

Terus, meskipun tergolong mahasiswi supeerrr rajin dan lurus banget (kala itu), dirimu mau aja denger curhatanku yang itu lagi-itu lagi hampir setiap hari. Padahal duduk paling depan, dan dosen lagi ngejelasin materi. Eug minta maaf sudah banyak membawa pengaruh buruk buatmu. *Tapi masih aja diulang terus*

Sebagai sesama introvert, aku antara bersyukur dan kzl kalo kepaksa harus ketemu orang baru kalo lagi bareng elu. Saling dorong ga ada yang berani ngomong, ujung-ujungnya tetep aja aku yang kena. Hhhh dasar cemen!

Terus ya, kita pernah bertanya-tanya kok kita nggak pernah berantem?
Kan katanya kalo orang temenan deket banget itu pasti ada berantem hebatnya.
Lah kita? Paling juga saling coret di buku masing-masing, atau saling bajak hape satu sama lain.
Yang lumayan parah sih, waktu liburan ya.
Aku keluar kamar sama temen satu lagi, lupa bawa kunci, sementara you di dalem udah tidur.
Terus ku panik banget, dan gedor-gedor dengan heboh takutnya situ ga bangun dan kita gabisa masuk.
Eh, rupanya pintu langsung kebuka dan you berdiri di depan pintu ngomel-ngomel bilang berisik.
Disitu ku ngerasa bersalah campur badmood campur kesel, sampe pagi diem-dieman.
Tapi akhirnya ngobrol lagi biasa aja kayak ga pernah ada kejadian itu hahaha. Eug udah minta maaf belom sih? Maaf eaaa kalo gue lupa hahahaha.

Pernah juga, nggak sengaja ngatain elu bodoh waktu itu, ya is? Jahad banget yaampun padahal semesta alam raya juga tau kalo elo itu jelas jelas pinter & lebih pinter dari akyu wkwkwk

Meski sepanjang perjalanan kita kenal, dari zaman jahiliyah masih jadi rakyat jelata yang kemana-mana ngangkot, nebeng, bonceng tiga kayak cabecabean, sampe akhirnya naik level ikut nyumbang kemacetan lalu lintas, sudah banyak njir jing shit shut up kampret anjay ampas even F-word yang terlontar, kita tetep ga pernah ribut ribut yah. Hebat.

Apaan lagi nih? jadi bingung sendiri.

Oiya, makasih buaannyyaaakk selama ini sudah jadi tong sampah untuk acara 'Dengarkan Curhatku' mulai dari season 1 sampe season sekian, mulai dari nyeritain si A sampe si Z, termasuk si itu yang harusnya nggak ku ceritain mengingat ada something yang cuma diriku yang tau wkwkwkwk. Elu patah hati ga sih waktu itu? Hahahahaha ampun.

Makasih karena se-absurd apapun ceritaku, berapa kalipun aku nyeritain orang dan kisah yang sama, elu masih aja mau dengerin dan nanggepin dengan sarkas yang kadang bikin pengen guling-guling di aspal saking nyebelin dan suka bener.

Makasih buat selalu ada di situ, nggak bosen-bosen ngebantuin berbi terus, nyontekin, bahkan untuk sekedar ditanyain harus bales chat atau nggak, kalimat buat balesnya apaan, kalo aku lagi speechless, terlalu baper, dan gabisa mikir cepet wkwkwk.

Thank you for every laugh you gave to me whenever I'm crying at Cinemas, or whenever I'm at my worst mood.
Adaaaa gitu ya, temen nangis malah diketawain. Kan ga jadi sedih, ujungnya malah ikut ketawa hahaha.

Thanks for being my best sharing partner, teacher, motivator, and best listener and reader.
For being my companion, stood in front of stage where Noah perform. Yelling at Ariel, Uki, David, Lukman, Reza, and Ihsan that afternoon.
Shall we do the same for any other band? The Script or Maroon 5 would be great wkwkwk.
Ngayal babu aja dulu yekan sapa tau jadi kenyataan.

Thanks for that midnight chatting, whenever Real Madrid Live on TV.
Spamming on timeline, commenting about that match, smiling all the time when White Team finally won the game.
For being disappointed, sad, and hurt together back in the day Di Maria, Casillas and Morata is moving away.

For our deep and nonsense conversation, talking about past and future. About every single fictional character that stole our hearts. For all the solarias and McD's Sundaes. For Batagor and Mie Ayam. For accepting my "KDrama-Obsessed" thing even when you don't like and understand it.

And For everything. I lost my count.
Truth is, you know I love you and I owe you that much. Right?

If Keara has Dinda, Anya has Tara & Agnes, Raia has Erin, then I'm lucky and happy to have you around, as my bestie.

I hope all of your wishes, dreams, and prays, will come true in the right time with the right way.

Semoga aku nggak perlu lagi ngomong "Makanya, punya pacar dong!" agar supaya populasi jomblo disekitarku segera berkurang, dan biar aku juga ikut kelimpungan pengen punya pacar juga wkwkwk.

Semoga wisuda kali ini kembali mendapat "Dengan Pujian" dan psssttt, ajak-ajak aku lagi yes? Hahaha.

Jangan bosen-bosen ngingetin aku buat move on, meskipun yang diingetin bebalnya minta ampun wkwkwk.

Jadi, masih betah kan temenan sama aku sampe sekian puluh tahun lagi? Awas kalo nggak!

Bales ya, pake surat juga atau kalo terlalu repot gantinya pake traktiran ajah.
Deal?

Hai lagi, Teman Lama.

Posted by Tamy on Februari 08, 2017 with No comments

Hai lagi, kamu yang nama lengkapnya berisi tiga kata.

Tahun lalu, aku juga sempat menulis satu surat untukmu. Dan seperti yang itu, kali ini aku juga tergelitik untuk berbicara lagi denganmu.
Meski hanya pembicaraan satu arah, tak apa.

Surat ini bukan surat cinta, karena sepertinya kita berdua tidak pernah berada dalam lingkaran penuh emosi itu.
Jadi, anggap saja ini sebentuk "Say Hi" yang tak pernah berani ku katakan padamu, yang bahkan mungkin tak akan pernah kau baca.

Apa kabar, kamu?
Sepertinya, doaku tahun lalu terkabul, ya?
Kamu sudah menyelesaikan pendidikanmu, mendapatkan gelar di belakang namamu, dan mulai menjalani kehidupan sebagai lelaki yang super sibuk hingga bahkan tak sempat meng-update laman sosial mediamu.
Dari dulu juga begitu, sih haha.

Lucu, aku mengenalmu sebagai seorang anak kecil dan sekarang dihadapkan pada sosok lain yang hanya pernah kulihat sekali secara langsung.
Itupun, hanya berupa lirikan ragu-ragu.
Tanpa ada keberanian untuk melihat terang-terangan, apalagi menyapa dengan ramah.

Kau mungkin berubah, tetapi aku tau bahwa aku menemukan orang yang benar. Orang yang sama dengan si pintar dari tahun-tahun di masa kecilku.

Ah, jujur sekali waktu aku sempat berharap bisa membuka obrolan denganmu lagi.
Sekedar pertanyaan standar antara dua orang yang sudah begitu lama tidak bertemu.

Tapi tak perlu, mengingat hubungan kita bahkan hanya setingkat lebih tinggi dari orang asing.
Kita tak punya alasan untuk bercerita kembali, mengingat sudah terlalu banyak tahun terlewat tanpa percakapan basa-basi.

Cukup begini saja sekarang.

Aku yang tersenyum sendiri ketika akhirnya menemukan namamu di tab notification, atau melewati timeline sosial mediaku dengan satu foto, sebulan sekali.

Semoga setiap urusan di hidupmu lancar, dan kamu bahagia selalu.

Dan semoga, ada satu hari saja dimana takdir secara sengaja ataupun tidak, mempertemukan kita.
Untuk sekedar bertegur sapa, mencoba mengingat kembali masa-masa yang mungkin sudah terlupa.
If universe let us to meet again, someday in the future, I'll call your name like I used to do.

Sincerely,
Tamy, yang namanya sering kamu plesetin.

Thank you and Sorry

Posted by Tamy on Februari 08, 2017 with No comments

Hey.
Maafkan aku yang lagi-lagi masih menyeret bayangmu untuk ku jadikan tujuan dari surat kali ini.

Tapi tenang, aku bukannya mau marah-marah atau bersedih-sedih, menyalahkan keadaan, membenci setiap kesalahan, dan bertingkah menyebalkan dengan terus menyimpanmu dalam kenangan.

Setelah denial sekian lama, akhirnya aku tau bahwa semesta memang bukan milik kita berdua saja.
Banyak manusia lain hidup di dalamnya, mengisi setiap jengkal daratannya.

Sekarang, setelah satu kejadian yang mungkin bagimu tak ada artinya, tapi menjadi jawaban lugas atas banyaknya tanyaku selama ini, aku mulai memahami apa yang sebenarnya coba kau tunjukkan padaku.

Bahwa, kita memang sudah tidak punya urusan apapun lagi untuk didiskusikan.
Tak ada lagi keterkaitan, yang mungkin sempat menempatkanku pada fase terbaik selama prosesku memahami fungsi hati selain sebagai penetral racun itu.

Bahwa, setiap langkahmu yang kuperhatikan itu bercerita, memberitahuku untuk ikut melangkah ke arah lain. Bukannya diam dan masih berupaya menatap, meski jarak yang terbentang sudah tak mampu lagi dihitung.

Dan,
Akhirnya aku mengerti.
Tanpa perlu aku menyuarakan isi hati.
Tanpa harus ku berpikir sampai mati.

Satu pertemuan sudah cukup.

Cukup, untuk memberiku jawaban pasti.
Cukup, untuk memberiku kekuatan baru.

Kekuatan yang entah bersembunyi dimana selama bertahun lalu, kekuatan untuk menerima dan melepaskan dalam sekali waktu.

Terimakasih, untuk segalanya.
Dan maaf, karena pernah bertingkah naif dan menyalahkanmu atas sesuatu yang ternyata kekeliruanku sendiri.

Thank you,
For let me know how to make peace with myself.
And sorry,
Because I need a long time to realize it.

Senin, 26 Desember 2016

Kenapa Bisa Baper?

Posted by Tamy on Desember 26, 2016 with No comments

Yaaaa menurut elo aja gimana.

Eh sorry kelepasan hehehe.

Halo lagi gaes, yang entah gimana caranya bisa nyangkut dan terdampar di postingan ini. Semoga nggak ngerasa rugi dan sia-sia yah.

HAPPY NEW YEAR! SELAMAT TAHUN BARU 2017.
Semoga bisa ngelanjutin resolusi tahun lalu dan ngelaksanain resolusi tahun ini dengan lebih baik. Cemungud Qaqa!

Ku mau ada curhat dikit, tentang kenapa sih cewek itu (khususnya aku) mudah banget bapernya?
Apalagi kalo abis baca novel atau nonton drama korea, duh udah nggak tau lagi deh perasaan kayak campur aduk antara bahagia, iri, seneng, sedih, kesel, semuanya tumpah ruah.

Pertanyaannya, Kok bisa sih?
Padahal posisinya cuma sebagai penonton dan pembaca, bukan pemeran utama yang dapet perlakuan manis kayak gitu. Yakali, kalo jadi pemerannya sih nggak bakal baper, mungkin pingsan udah jadi efek paling ringan :)).

Lebay? Iya dan Nggak.

Katanya, manusia yang terlahir sebagai wanita itu perasaannya super sensitif, peka banget sama semua keadaan, meskipun terkadang juga susah ditebak maunya apa kayak kalo lagi bales  chat cuma pake ":)" dan "terserah".

Menurut pengamatanku (terhadap diri sendiri juga), berbekal satu sifat dasar itulah yang membentuk wanita/cewek jadi gampang baperan walau ada juga yang gapeduli sama hal-hal remeh semacam baper gajelas ini.
Tapi, mayoritas pembaca novel dan penonton drama korea pasti pernah ngerasain dampak-dampak yang gak bisa dikontrol sama otak, karena ya emang begitu seharusnya.

Lucu dong kalo kita lagi baca cerita atau nonton film/drama yang sedang nunjukkin adegan sedih dan pilu, tapi ekspresi kita datar-datar aja?
Kalo kata Ryan di Soccer Love sih, yang kayak gitu kudu dibawa ke dokter, ditanyain dalem tubuhnya masih ada organ bernama hati gak tuh? :'D

Jadi aku bakal coba mengulas sedikit, kira-kira faktor apa aja ya yang mempengaruhi seseorang terserang baper-effect akibat baca novel/nonton drama.
(DUHH, GUE BERASA LAGI BIKIN SKRIPSI INIH)

1. Too sweet that I can't handle.
Namanya juga cerita fiktif, hasil karangan orang lain, tentu sebagian besar diisi oleh scene-scene yang sukses bikin kita kebawa suasana dan melayang-layang ke langit ketujuh saking manisnya.
Paling banyak sih yaaa adegan-adegan antar pasangan. Terlebih yang nonton seorang jomblo, beuhhh udah pasti langsung ngebayangin seandainya si heroine (pemeran utama cewek) itu dia.
Belum lagi kelakuan Lead Male atau si cowok peran utama yang kayaknya tuh ya, too good to be true tapi tetep aja diharapkan keberadaannya ada di dunia ini.

The way he treats his woman, the way he stares, talks, and the list go on and on. Semuanya kayak sempurna banget gitu loh meskipun suka dibikin ada aja celanya biar masuk akal. Nobody perfect, right?
Padahal nih ya, kita sebagai penonton/pembaca itu cuma ngeliatin dan ngebayangin doang tapi rasanya kayak nyampe aja gitu perlakuan si cowok yang super manis dan secara gak sadar, kita di depan layar/buku ini ikutan blushing sendiri. Ya nggak?

2. Iri Maksimal
Kadang, baper itu nggak melulu harus senyam-senyum ga jelas aja lho ya.
Aku pribadi, sering banget kebawa perasaan gara-gara iri.
Jatohnya malah kesel, terus nangis sendiri. Misal, ada satu cewek yang diceritain mandiri banget, nggak menye-menye, terus strong dan tegar ngehadapin hidupnya yang katakanlah gak semudah hidupku.
Pasti, yang ada kita bakal ngerasa bagai butiran debu kan ya? Sedih kenapa kok kita sering banget ngeluhin hal-hal yang nggak penting padahal di luar sana masih banyak yang jauh lebih nggak beruntung dari kita.
Pokoknya, semakin keren akting si pemeran dalam cerita itu, kita pasti jadi mikir panjang dan akhirnya ngebandingin sama hidup kita sendiri.
Ujung-ujungnya jadi sadar kalo kita harusnya bisa jadi pribadi yang lebih baik.

Nah, baper kadang bisa jadi ajang introspeksi diri juga. Hahaha.

3. Pengen Juga, Duh...
Satu lagi faktor yang kayaknya persentasenya cukup besar.
Kenapa?
Karena benar katanya, rumput tetangga emang lebih hijau.
Tiap liat jalan cerita yang keren, pekerjaan dan love life tokoh novel/drama yang super mulus dan terlihat bahagia, jadi bikin kita sebagai penonton berandai-andai gimana caranya biar bisa begitu juga.
Pengen punya rumah kayak si A di novel X. Pengen punya pacar kayak si B di drama Y. Pengen kerja sebagai blablabla kayak si C di cerita Z.
Terus aja begitu karena menurut pandangan kita, kok kayaknya hidupnya bahagia banget. Padahal yaaa, kita juga tau kalo mereka ngelewatinnya pake usaha yang nggak main-main (Kecuali kisah CEO yang gaada angin gaada ujan tiba-tiba langsung dapet perusahaan lho ya).
Kim Tan aja kudu berantem sama Hyung-nya gara-gara satu kursi direktur perusahaan.

Tapi, tapi, tapi, Semacam perasaan pengen ini juga bisa jadi motivasi buat ngewujudinnya loh. Banyak yang aku perhatiin, gara-gara baca novel dengan tokoh berprofesi tertentu, akhirnya terinspirasi dan berhasil ngejar cita-citanya itu.
Somehow, berawal dari kebaperan ala-ala ternyata bisa jadi jalan buat nemuin passion juga.

Baper is not always bad, you know.

4. Related ke cerita pribadi
Ini nih yang paling sering kejadian. Ada adegan-adegan atau jalan cerita yang kebetulan sama dengan kejadian yang pernah dialami.
Duhhh kalo udah begini, pasti langsung ngerasa terwakili dan nge-iya iya-in kisahnya.
Efeknya menurutku bisa 40:40:20.
Kadang, bisa bikin senyum bahagia sampe bibir ketarik lebar banget, loncat-loncat ga jelas, ketawa ketiwi, bahkan ikut terbang melayang lengkap dengan perasaan meledak-ledak.

Di sisi lain, bisa jadi  bikin keinget hal-hal sedih dan akhirnya nelangsa sendiri, ditutup dengan nangis sesenggukan.

Atau malah kebayang kenangan manis yang udah lama lewat dan sukses bikin senyum di awal lalu netesin air mata juga karena sadar kalo kenangan adanya di belakang, gak bisa diulang kejadiannya.

Sama kayak lagu, pasti kita punya lagu favorit karena liriknya itu kayak ngegambarin cerita hidup kita, kan?

Begitulah peran novel dan drama.

Kayak cermin, nunjukkin kalo kita nggak sendirian pernah ngerasain hal itu.
Ada banyak orang lain yang juga senasib dan bisa struggle ngelewatin itu semua.

5. Karena emang ceritanya sebagus/sesedih itu.
Berlawanan dengan faktor nomor 4, meskipun kita nggak pernah mengalami kejadian tertentu atau ceritanya nggak berhubungan dengan kisah hidup kita, Baca novel dan nonton drama juga tetep sangat amat bisa bikin baper.
Just because, ceritanya emang bagus banget. Atau sedih banget.

Katakanlah, meskipun kita nggak pernah ngerasain kehilangan pacar karena meninggal, tapi beberapa saat kemudian si pacar muncul dari antah berantah dengan keadaan sehat, kita tetep aja ikut bahagia pake banget ngeliat mereka akhirnya ketemu lagi.
Karena yah, itu momen membahagiakan banget tauuu. Yang ketemu siapa, yang degdegan, pengen nangis saking senengnya, dan takut kehilangan lagi siapa.
That feeling is just... I don't know. It's heartwarming.
(IYAA. AKU EMANG LAGI NGOMONGIN BIG BOSS SAMA BEAUTY, KOK).

Atau, in the other hand... Kita nggak pernah ngerasa falling in love with people we can't have (CIYEEE INI YANG GA PERNAH BAHAGIA BANGET PASTI YAHH HIDUPNYA), terus ternyata harus nonton/baca adegan dimana si tokoh cuma bisa jatuh cinta diem-diem dan ngeliat pujaan hatinya bahagia sama orang lain... sementara dia juga sok sok ikhlas dengan tagline "Aku bahagia kalo kamu bahagia", pasti ikutan tercabik-cabik juga perasaannya kan yah? Kalo kata Cita Citata, Sakitnya tuuuhhh disini.
Lupakan masalah si tokoh yang bodoh dan nggak mau berjuang, kalo gak dramatis ya gak bagus dong jadinya.

Balik lagi ke laptop.
Jadi, nggak mesti kita harus mengalami hal yang serupa dulu buat ikutan baper.
Cukup dengan ngeliat dan baca, kalo memang ceritanya keren, pasti secara sadar nggak sadar kita udah ikutan kecemplung di dalam cerita, si tokoh bahagia ikut senyum. Sebaliknya, si tokoh ngerasa sedih ini air mata juga ikutan ngalir aja.

Nah, jadi gitu gaes.
Menurut pendapat dan analisis ke diri sendiri juga lingkungan sekitar, hasilnya ada 5 faktor yang bikin pembaca novel/penonton drama yang mostly cewek-cewek ini kena virus baper.
Kalo cowok, ga tau yah. Belum pernah wawancara soalnya hahahaha.

Ini baru baper gara-gara karakter fiksi, belum ke manusia nyata yang kadang tingkah lakunya nggak kalah bikin perasaan campur aduk.
Secara, orangnya beneran ada ini lho. Bisa diliat bisa diajak ngomong. Dijamin kadar kebaperannya bakal meningkat pesat dibanding cuma efek dari tokoh tak kasat mata dan tak terjangkau ruang dan waktu itu.
Kapan-kapan kita bahas deh ya xD.

Okeeeee segini aja dulu.
Semoga ada manfaat yang bisa diambil, yang jelek-jelek dan salahnya dibuang aja hehehe.
Ngerasa kurang sreg sama isi postingannya? Yuk, sini diskusi bareng atau nggak yaaa skip cantik aja wkwk.

See you next post! Thanks for reading.

With love,
Tamy

Yang masih belajar gimana caranya biar ga mudah baper.

Selasa, 18 Oktober 2016

Running Man Episode Favorit

Posted by Tamy on Oktober 18, 2016 with 2 comments

Annyeong haseyo! Halo lagiiiii!

Bagi temen-temen yang udah sempet keseret Korean Wave, pasti nggak asing sama tagline "Don't Walk, RUN!" dari salah satu variety show di Negara Ginseng ini.

Yap! RUNNING MAN, acara paling menghibur yang sudah ada dari tahun 2010 dan masih bertahan hingga sekarang.
Tapi, buat yang belum tau ataupun pengen tau, don't worry aku bakal cerita-cerita dikit di sini. Yang nggak suka korea-koreaan, skip aja ya baca postinganku yang lain banyak kok muehehe *tetep promosi*

Jadi, Running Man ini semacam acara perlombaan dimana para pemain tetap dan tamu-tamu yang diundang harus nyelesaiin misi-misi yang koplak, lucu, seru, dan menguras tenaga serta pikiran, juga tidak lupa hampir setiap misi mereka harus dilakukan dengan cara berlari-lari kencang. Well, itulah kenapa judulnya Running Man.

Pemain tetapnya berjumlah 7 orang, yaitu Yoo Jae Suk si MC Kondang seantero jagad Korsel, member yang cukup tangguh, saingan berat sama Mr. Capable alias Commander, tapi kalo adu kekuatan tetep aja kalah. julukannya Grasshopper alias Belalang, Yooperman, dan Yoomes Bond.

Lalu ada Kim Jong Kook mantan anggota boyband Turbo yang punya kekuatan diatas rata-rata berkat hobinya nge-gym dan olahraga, dijuluki Commander alias Komandan pasukan karena memang punya sisi dominan dan berbakat jadi pemimpin. Selain itu, dia juga diberi label Harimau, karena yahhh tau sendiri kan harimau itu sekuat dan semenyeramkan apa. Begitulah Kim Jong Kook.

Kemudian ada member paling tua *emaap, alias merupakan Hyung dan Oppa dari semua member yaitu Ji Suk Jin. Mantan pelawak dan pembawa acara juga. Meskipun usianya diatas semua orang, tapi tidak dengan kemampuannya. Dia menjadi ikon terlemah Running Man, dan kalo ada yang satu tim dengannya dijamin bakal menelan kekalahan huahahaha.

Terus, ada mantan penyanyi Hiphop yang memiliki tinggi paling minim, yaitu Ha Dong Hoon alias Haha. Sering dijuluki Haroro karena mirip Pororo kalo dia lagi pake kacamata dan helm kayak tokoh pinguin itu. Sosok penghianat yang sangat licik, apalagi kalo liat ekspresinya yaampun bikin geregetan pake banget.

Selanjutnya ada penyanyi lupa tapi penyanyi apa, namanya Kang Gary (ku juga lupa nama aslinya wkwkwk monmaap). Salah satu member yang cukup diperhitungkan karena kalo lagi menjalani misi, dia cukup cekatan. Julukannya cumi-cumi, entah kenapa, aku masih rada bingung juga haha.

Satu-satunya member cewek yang merupakan Ace alias Kartu As yaitu Song Ji Hyo yang sering dipanggil Blank Ji/Mong Ji karena suka bengong dan bikin kita ngakak cuma dengan liat ekspresinya. Mungkin karena terlalu sering berada di lingkaran cowok-cowok, dia jadi sosok cewek setrong dan nggak menye-menye. Bahkan member lain pada segan, apalagi dengan keberuntungannya yang nggak habis habis. Para penonton setia Running Man pasti tau kalo Ji Hyo ini di pasangkan dengan Gary sebagai Monday Couple, dan interaksi mereka adorable banget! Semoga someday mereka nikah yah huahahaa *mental shipper nya keluar*

The Last but not least, ada member paling muda tapi proporsi tubuhnya paling tinggi. Siapa lagi kalo bukan si Jerapah alias Asia Prince, Lee Kwang Soo. Merupakan seorang aktor, dan juga tergabung dalam jajaran geng cowok cowok ganteng sesama selebritis yang diketuai oleh Jo In Sung Ahjussi.
Sosoknya ini khas banget di Running Man. Penghianat nomor 1, licik, cerdik, tapi juga termasuk black hole yang keberuntungannya setipis kertas. Dia ini juga salah satu member yang berhasil bikin penonton ngakak parah, ada-ada aja kelakuannya yang super lucu apalagi dia juga termasuk salah satu korban bully dari Hyung deul dan Noona-nya.

Sebenernya ada satu lagi, Song Joong Ki alias mas kapten Big Boss yang sempat menjadi member running man selama beberapa puluh episode. Tapi semenjak dia ikut wajib militer sampai sekarang udah selesai dan udah ngedrama bahkan mau ngeluarin film baru, dia nggak muncul-muncul lagi di variety show favorit sejuta umat ini. Bahkan jadi guest pun nggak pernah. Cuma pernah mampir sekali, nggak lebih dari 10 menitan. Huft.

Oke segitu dulu perkenalan membernya. Sekarang aku mau share beberapa episode favoritku sejauh ini, yang paling bikin ngakak nggak berhenti dan sukses jadi moodbooster yang ampuh. Secara aku termasuk pemilih kalo mau nontonnya, biasanya liat-liat dulu guest-nya ku kenal atau nggak, atau berdasarkan rekomendasi dari temen yang udah nonton duluan.
Sampai bulan Oktober 2016 ini, Running Man udah ngeluarin sekitar 320-an lebih episode yang tayang seminggu sekali setiap hari minggu, dan ini dia episode-episode terbaik versiku :

1. Episode 77 - The Battle of Ha Hwa (Guest : IU)
Atuhlah siapa yang nggak kenal diva korea yang cantik, imut, dan suaranya aduhai banget ini? Di episode ini pagi-pagi dia udah nyanyi buat ngebangunin para member Running Man dengan suaranya yang khas. Lucu liat cowok-cowok itu antara sadar dan nggak sadar, antara yakin nggak yakin itu beneran IU yang dateng atau bukan. Ngeliat ekspresi ngantuk mereka tapi langsung seger ketika tau IU ada di depan mata dan mereka langsung bertingkah kayak fans garis keras.
Misi-misinya berhubungan dengan makanan dan perjalanan mereka menyelesaikan misi itu wajib diikutin!

2. Episode 63 & 254 (Guest : SNSD)
Kenapa aku suka episode ini? Jujur aja, aku selalu seneng liat RM kalo guest-nya itu para idol baik Girlband maupun Boyband. Termasuk dua episode ini, dimana member SNSD akan berpasangan dengan member RM menyelesaikan berbagai misi bersama sama. Lucu dan seru pokoknya. Mau main lari-larian ataupun harus berkubang di lumpur, mereka tetep adorable! Apalagi liat member SNSD yang nggak jaim dan apa adanya, nggak dandan berlebihan, fix bikin aku sebagai cewek rata-rata merasa bagai butiran marimas.

3. Episode 162 (Guest : Infinite, APink, MBLAQ, Girl's Day, Beast, Sistar, 2PM)
Duh duh duh, ini beneran salah satu episode paling lucu dan menggemaskan. Ya menurut lo aja nih ya, dua perwakilan dari masing-masing 7 boy/girl group papan atas korea ngumpul bareng sama member Running Man. Kebayang dong bakal seseru apa? Dan yak mereka melewati misi satu persatu tanpa berhenti bikin penonton ketawa. Pokoknya recommended abissssss, bertabur bintang, dan dipenuhi canda tawa yang banyak. You should watch this episode!

4. Episode 188-189 (Guest : Rain, Kim Woo Bin)
Taraaaaaaa! Running Man goes to Australia!
Mereka terbang jauh-jauh ke ostrali buat ngejalanin misi-misi yang lebih spesial dibanding waktu di korea. Disini mereka berpasangan dua orang dan melakukan misi yang berbeda-beda tetapi tingkat ketegangan dan keseruannya sama! Belum lagi si guest yang udah nggak diragukan lagi ketampanan dan pesonanya, sukses bikin baper sendiri liat mereka berjuang bareng para member Running Man buat nyelesaiin misi satu persatu.

5. Episode 200 (Asian Dream Cup in Indonesia. Guest : Park Ji Sung)
Kyaaaaaaa!!! Running Man ke Indonesia guysssss. Ini salah satu episode yang wajib kita tonton sebagai masyarakat NKRI sejati. Seru banget gilaaaakk liat mereka ikutan main sepakbola lawan pemain Indonesian All Stars bareng Park Ji Sung dan beberapa pemain sepakbola Korea lainnya. Bahkan ada Zambrota dan El Sharawy juga!
Besoknya, setelah pertandingan itu barulah mereka dapat misi alias hukuman yaitu jalan-jalan di Taman Safari. Lucu banget liat mereka amazed dan kagum dengan banyaknya hewan yang berkeliaran di Taman Safari, dan misi mereka masing-masing yang berbeda juga sukses bikin ketawa terus-terusan.

6. Episode 209 (Idol Baru vs Idol Lawas vs Idol Running Man)
Huwowww ini juga salah satu episode terlucu, bayangin aja ada idol dari generasi berbeda yang ngumpul di satu tempat. Ada Tae Min SHINee, Kai & Sehun EXO, serta Soyou Sistar mewakili idola masa kini. Lalu para cowok-cowok yang sempat populer di era 90an juga muncul, ada Eun Ji Won Sech Kies, Moon Hee Jun HOT, juga Danny Ahn g.o.d. Tak ketinggalan ketujuh member running man yang semakin menyemarakkan episode ini.
Ada misi lumpur-lumpuran yang selalu sukses bikin ketawa dan menghibur banget. Worth to watch deh!

7. Episode 211-212 (Guest : Ji Chang Wook, Ailee, Im Seulong, dll)
Yakkk meskipun harus terbagi menjadi dua episode yang cukup panjang, tapi sebanding sama kebahagiaan setelah nonton episode ini. Member Running Man akan berpasangan dengan salah satu bintang tamu yang mana proses pertemuan mereka aja udah bikin ketawa tawa nggak jelas. Belum lagi misi-misi yang berbeda satu sama lain, tetapi tetep bikin tegang dan menghibur banget.
Di akhir misi, akan ditentukan pasangan-pasangan yang tidak berhasil menang sehingga harus menjalani hukuman! Dan hukumannya itu sangat mengerikan sekaligus mencengangkan. Keren pokoknya! dan oh yaaa mereka juga ada syuting di luar negeri loh untuk episode ini.

8. Episode 289-290 (RM in Dubai, Guest : Jung Il Woo)
Yappppp Running Man melanglang buana hingga ke timur tengah! Di dua episode ini mereka full berada di Dubai dan melakukan misi-misi yang super kece pake bangetttttt! Kadang mikir, ini tim RM kaya banget kayaknya yah sampe setotal ini buat bikin satu episode aja. Selain karena mereka syuting di luar negeri dan misi nya spesial, kelakuan para member beserta bintang tamunya juga nggak kalah heboh di episode ini. Pokoknya ini merupaka  salah dua episode yang harus kalian tonton!

9. Episode 314 (Guest : Lee Joon Gi, Hong Jong Hyun, Kang Ha Neul)
Nah nah nah, kalo mau nyari episode bertabur pria tampan, ini episode yang tepat. Mereka bertiga ini tergabung dalam drama yang tayang sekarang di Korea berjudul "Scarlet Heart Ryeo a.ka. Moon Lovers" dan sepertinya diundang ke Running Man buat sekalian promosi, tapi apa daya ratingnya tetep ga naik-naik padahal dramanya nggak jelek loh:( *curhat*.
Disini tema nya pangeran yang berebut tahta tapi mereka berteleportasi ke masa depan. Jadi misi-misi pun dilakukan di masa sekarang bukan di era Goryeo haha.
Persaingan bersama member RM berlangsung sengit dan tetep lucu as always. Nontonnya juga siap-siap baper dan meleleh karena pria-pria super ganteng dan tekadnya buat menang itu abis-abisan.
Satu lagi, misi awalnya mereka harus nyari orang buat diajak main games dan yaampunnnnnn betapa beruntungnya penduduk korea yang sedang ada di lokasi dan terpilih untuk ikut main.
So, you guys should watch this episode!

Okeee deh kayaknya cukup 9 aja dulu yak! Sebenernya masih banyak episode-episode favorit dari Running Man tapi nanti kepanjangan kalo dipaksain di satu postingan wkwkwk. Tagihin aja kapan-kapan biar aku bisa ngepost lagi, okey? Hahah.
Oiya, maaf nggak dikasih gambar screen cap dari masing-masing episode, kalo sempet nanti diedit lagi lah hihi.

Tapi balik lagi, deretan episode di atas lucu menurut sudut pandang dan level humorku. Kita tetep punya selera masing-masing yang tentu aja nggak selalu sama. Jadi, kalo ada episode yang menurut kalian best of the best tapi belum ku tulis, boleh share di komentar yaaaaa^^

Thank you for reading! Hope you like it.
See you next post!

Love,
Tamy
Member ke-10 Running Man. Karena, member ke 8 adalah Song Joong Ki dan member ke 9 Jung Yong Hwa CN Blue.