Senin, 29 Februari 2016

Annyeong Mboy!

Posted by Tamy on Februari 29, 2016 with No comments

Aaaahhh akhirnya udah nyampe ke hari terakhir di event #30Hari MenulisSuratCinta bareng Bosse @PosCinta dan Kang Pos yang sudah berkeliling membuat timeline-ku bernuansa 'pink' selama sebulan ini.

Awal ikutan ini cuma iseng, meskipun sadar tulisan masih sangat abstrak dan belum terlalu layak baca, tetep dengan pede-nya daftar. Niatnya sih cuma pengen latihan nulis biar konsisten aja selama tiga puluh hari, dan ternyata cuma bisa tahan beberapa belas hari aja wkwk. Tahun pertama ikut itung-itung masih belajar hihi.

Daaaannnnnn, aku juga nggak bakal bisa 'setangguh' ini kalo nggak punya partner yang jadi tempat diskusi dan saling support selama event ini berlangsung. Kemudian aku memutuskan menyeret salah satu member R24 yang juga partner dalam "Zon-Zon" dan ngefangirling, yaitu si @tdeee_ buat ikutan juga, dengan beberapa alasan dan pertimbangan hehehe.

Jadiiiiii surat terakhir ini diperuntukkan khusus buat my chingu Putri Trisna Dewi!
(Well, sebenernya kita emang udah janjian mau saling kirim surat di hari terakhir ini sih xD)

Annyeonghaseyo mbooooyy! Siap siap ya, ini surat bakal agak panjang sepertinya wkwk.
Waktu liat iklan event ini, aku langsung daftar dan akhirnya mikir kalo nggak bakal seru kalo aku nulis sendirian dan nggak ada temen buat cerita. Lalu, aku kepikiran sama elu dong. Secara, waktu itu kita berdua juga emang baru mau mulai belajar konsisten ngeblog setelah beberapa blog sebelumnya berakhir sawangan hahah.
Dan kupikir, ini salah satu sarana yang tepat buat kita latihan. Biar tulisannya lebih baik lagi, biar nulisnya lebih rajin, biar tempat curhat kita lebih luas dibanding 140 karakter di twitter yang selama ini nampung kultwit kita ya kan? xD.
Ternyata kamupun setuju bahkan ketika kita belum paham banget prosesnya gimana. Kemudian berhari-hari setelah itu mengalirlah surat-surat dari kita berdua, dan beberapa kali menulis surat dengan tema yang sama.

Iyaaaaa, kita emang sering banget satu ide, sepemikiran, kalo macem di Drama Korea itu kita bakal selalu bilang 'Call' untuk pilihan yang sama ketika harus memutuskan sesuatu. Termasuk kisah masa lalu, bareng-bareng jadi tim Gagal Move On, sampe milih idola-pun hampir selalu sama. Kita satu tim untuk urusan 'Kena Sindrom Second Lead', dan rata-rata aktor/aktris favorit juga satu suara. Sebut saja pacar bersama "Taecyeon" dan beberapa nama lain. Sekalinya kita beda pendapat yang parah banget itu yaaaa ketika Novel The Chronicles of Audy muncul. Dia memilih menjadi bagian #TeamRex sedangkan aku kekeuh di #TeamRomeo. Tapi nggak masalah, perbedaan itu malah jadi bikin dunia per-partner-an ini makin berwarna #Eeaaaaa wkwkwk.

Oiyaaaaa selamat ya buat surat-suratmu yang sering banget di repost sama Bosse, apalagi cerita tentang Jupiter Airlangga dan Haru Arashi. Aaawww I love them so much! Sayangnya, ceritanya cuma bertahan seminggu-an ya? wkwk no problem, abis ini blog mu tetep bakal selalu bisa diisi sama lanjutan kisah mereka kan? I'm gonna waiting for that!

Laluuuu mau bilang thanks udah mau nemenin dan mau aja ikutan event ini bareng-bareng, udah sering jadi first reader, rajin ngeretweet postingan suratku, dan terimakasih sudah jadi temen ngoceh di twitter juga temen chatting di line meskipun yang dibahas ngalor ngidul ngga jelas. Pokoknyaaaa thank you for being one of my best partner ever! Hahahaha.
Semoga per-partner-an ini tetep bertahan untuk waktu selama mungkin ya, susah nyari orang yang bisa diajak going crazy together whenever wherever macem elu wkwk.
By the way, beberapa postinganku yang isinya ada menyangkut elu bisa dilihat disini dan disini ya, kali aja belum baca kan hahah.

After all, semoga kita bisa segera nemuin jalan buat meraih cita-cita masing-masing. Baik itu masalah pekerjaan, semua harapan yang sudah kita tanamkan dari dulu-dulu, dan juga keinginan buat travelling bareng sampe ke Korea dan Jepang. Semoga doa kita didengar Yang Maha Kuasa ya, Aamiin!

See you, tdeee-ya!

Sabtu, 27 Februari 2016

Terimakasih kak...

Posted by Tamy on Februari 27, 2016 with No comments

Waaaahh nggak kerasa event #30HariMenulisSuratCinta udah mau kelar aja..
Dan hari ini, surat bertemanya ditujukan buat KangPos yang udah nemenin dari hari pertama sampe hari terakhir, dengan sabar bacain surat-surat yang masuk dan nganterinnya ke sepenjuru timeline.
Jadi, suratku kali ini ku berikan khusus buat kak @prtwhp yang udah mau aja baca beberapa suratku selama aku ikut partisipasi.

Halo kakak kang posku...
Aku pertama tama mau say thanks sama kakak, soalnya meskipun aku nggak selalu nulis surat setiap hari dan isi suratku kebanyakan absurd dan nggak jelas, kakak tetep ngebaca dan nganterin surat-surat yang kukirimkan. Dengan segala kesibukan yang bahkan sampe bikin kakak nganter suratnya malem banget, apalagi surat yang masuk nggak sedikit, rasanya senang sekali ketika suratku tak terlewat untuk diantarkan juga. Makasih banyak kak! Terkhusus, buat selipan komentarnya yang sukses bikin senyum-senyum sendiri...

Lalu, aku mau minta maaf kalo selama event ini belum berusaha maksimal buat nulis surat yang bagus, belum konsisten buat lebih rajin nulis suratnya, dan juga maaf kalo isi suratnya nggak layak baca hehe. Maklum, masih belajar, kak:")
Belum lagi kebanyakan suratku ngebahas karakter fiksi yang pasti ngebosenin banget ya kak hahaha. Semoga next time bisa ketemu lagi di acara semacam ini biar bisa belajar buat lebih baik dan nyoba untuk lebih puitis macem tweet-tweet nya kakak :p

Apalagi ya? Pokoknya seneng udah ngelewatin hampir 30 hari ini bareng kakak sebagai kangpos ku^^
Oh iya, sebagai saran aja nih kak... mungkin yang nulis surat akan lebih excited kalo kakak selalu ngasih sedikit komentar di surat-surat yang sudah dikirim, meskipun agak ribet dan makan banyak waktu terus bikin capek... Tapi sebagai penulis yang tulisannya dibaca orang, yang paling dibutuhkan adalah komentar, kritik, dan saran agar yang nulis bisa tau apa yang harus diperbaikinya. Hehe, semacam opini pribadi doang kak xD
But no matter what, kakak tetep kang pos yang keren kok! Saya suka saya suka kalo kata Mei-mei♥♥

Thank you so much kak pratiwi!

Regards,
Dariku yang cuma nulis surat beberapa kali.

Senin, 22 Februari 2016

Kukira...

Posted by Tamy on Februari 22, 2016 with No comments

Kukira aku bisa menjadi seperti Ran Mouri, yang meskipun masih kelas dua SMA tetapi sudah menunjukkan sosok gadis mandiri yang sangat hebat.

Kukira aku bisa menjadi seperti Ran Mouri, yang meskipun hanya tinggal berdua dengan ayahnya tetapi dia tak pernah merasa kesepian.

Kukira aku bisa menjadi sepeeti Ran Mouri, yang meskipun berkali-kali ditinggalkan oleh cinta pertamanya, tak pernah menyerah untuk percaya dan menunggu.

Kukira aku bisa menjadi seperti Ran Mouri, yang begitu sabar menghadapi anak kecil seperti Conan, menjaganya, mengkhawatirkannya, bahkan meskipun dia tak mengenal orang itu dengan jelas.

Kukira aku bisa menjadi seperti Ran Mouri, yang selalu bisa melindungi dirinya sendiri. Baik secara fisik maupun urusan hati.

Kukira aku bisa menjadi seperti Ran Mouri, yang mungkin bisa menemukan sosok seperti Shinichi Kudo untuk menjadi orang yang patut dinanti.

Tapi,

Ternyata aku lebih cocok dengan salah satu sifat Sonoko, yang kalau berbicara selalu dengan berteriak dan tanpa berpikir.

Ternyata aku lebih mirip Kazuha, yang selalu mundur dan tak berani mengungkapkan perasaan bahkan kepada orang terdekatnya.

Ternyata aku terlihat seperti Ai Haibara yang hidup dalam dunianya sendiri, berteman sepi, dan tak mau terlalu ambil pusing dengan kehidupan orang lain selain dirinya sendiri.

Ternyata aku tak kalah cengeng dari Ayumi, yang kadang membiarkan rasa takut menguasainya dan menangis karena hal-hal kecil.

Ternyata aku seperti Sera Masumi, yang hidupnya penuh misteri dan bahkan dirinya sendiri masih menelusuri.

Ah, Kukira aku bisa jadi seperti Ran Mouri...
Tapi ternyata tidak.

Kamis, 18 Februari 2016

Halo, Otak Ganggang

Posted by Tamy on Februari 18, 2016 with No comments

Dear my favorite hero of Olympus, Perseus Jackson...

Ini sepertinya tidak akan berbentuk surat, tapi aku mencoba sebaik-baiknya. Tetapi jika ternyata isinya lebih mirip cerita, aku minta maaf hehe.
Jangan semprot aku dengan galonan air bertekanan tinggi ya, Seaweed Brain!

Pertama kali mengenalmu, ketika itu aku menyaksikan petualangan super kerenmu dalam bentuk audio visual alias film pertama yang berjudul Percy Jackson and The Olympian : The Lightning Thief yang diperankan oleh Logan Lerman.
Lalu, sekuelnya muncul beberapa tahun kemudian yaitu Sea of Monster, dan aku kembali terpesona dengan jalan ceritanya meskipun tak begitu paham tentang mitologi Yunani kala itu.

Lambat laun aku mulai penasaran, cerita selanjutnya tentang apa ya? Akhirnya aku tahu cerita Percy Jackson ini terdiri dari lima seri dan aku langsung memutuskan untuk mulai membacanya.
Karena berasumsi sudah menonton yang pertama dan kedua, aku melewatkannya dan langsung membaca seri ketiga yang berjudul Titan's Curse atau Kutukan Bangsa Titan kemudian berturut-turut Battle of Labyrinth dan yang terakhir The Last Olympian. Segera saja aku makin jatuh cinta dengan pesonamu sebagai salah satu blasteran (demigod-setengah manusia setengah dewa) terkuat karena merupakan keturunan Dewa Laut yaitu Poseidon -salah satu dari dewa tiga besar-.
Karaktermu yang sangat heroik, peduli pada teman melebihi apapun, dan pantang menyerah menjadikanmu sosok pahlawan sesungguhnya. Tak peduli betapa banyak halangan, rintangan, dan tantangan yang semakin berat, kau tetap terus melaju, mengusahakan yang terbaik demi kelestarian Olympus.

Betapa perjalananmu, perjuanganmu, dan sifat serta sikapmu begitu menginspirasiku.
Kau yang pemberani meskipun tak jarang terselip rasa takut kala mengingat hancur atau tidaknya dunia bergantung pada tindakanmu.
Kau yang tetap berusaha keras seberapa mustahilpun misimu, kau yang tetap menaruh percaya meski para dewa tak selalu bisa menepati janjinya.
Kau yang tetap bisa meneruskan langkah sekalipun ada banyak hal yang harus dikorbankan.

Aku senang sekali menemukanmu bersama teman-teman yang sangat tepat ada disisimu. Annabteh, Grover, Tyson, Nico, Rachel, dan banyak nama lain yang tak kalah hebatnya.
Aku juga sering tertawa kala menemukanmu berkomentar sarkatis, dan tak jarang menunjukkan betapa kau tak tahu apa-apa. Otak Ganggang memang julukan yang tepat, kau tahu?
Tapi itu malah membuatmu menjadi semakin terlihat keren. Bukankah setiap pahlawan selalu punya kelemahan dan tak ada yang sempurna?
By the way, akhirnya My Ship is Sailing. Percy-Annabeth jadi nyata. Tak terkira betapa bahagianya, setelah sekian banyak wanita melaluimu dengan pesonanya masing-masing -sebut saja Calypso dan Rachel-, kau akhirnya hanya memandang ke satu arah yang sama. Ke arah seseorang yang membuatmu menolak keabadian karena tak mau meninggalkannya. It's a very romantic thing ever.

Belum habis rasa kagumku, muncul sekuel berisi lima seri lagi dengan judul Heroes of Olympus. Awalnya aku agak sedih karena tak menemukan namamu, dan mencoba menyukai sosok Jason, Leo, serta Piper.
Tapi kekecewaan tak bertahan lama karena tentu saja namamu muncul kembali dan menyelamatkanku dari kebosanan. Tanpa ba-bi-bu akupun menyelesaikan lima seri HoO hanya untuk kembali ternganga dengan misi-misi super awesome yang dilalui ketujuh demigod (Percy, Annabeth, Jason, Piper, Frank, Hazel, Leo) plus Nico dan Reyna lalui.
Terkhusus Percy, ah disitu aku bisa melihat sosoknya jauh lebih dewasa tapi tetap dengan celetukan dan selera humor yang payah.
Satu lagi, betapa perjalananmu ke Tartarus berdua saja bersama Annabeth, menghalau semua monster dan melaju melewati sarang raksasa dan penjahat paling sadis, akhirnya terlewati karena kalian saling percaya dan saling bergantung satu sama lain.
Kalian benar-benar salah satu contoh cinta sejati yang mengalami happy ending dan aku merasakan kebahagiaan yang sama, terlepas dari terpisahnya Leo dari kalian dan dia menemukan akhir ceritanya sendiri bersama Calypso.

Well, after all the stories I think I'm a big fan of you -and all of your friends too- and also with the author who create these amazing character, the one and only Uncle Rick Riordan.


I love you Percy Jackson! And I'll always do.

Peace from Indonesia,
Tamy.

Rabu, 17 Februari 2016

Menyapa 4R

Posted by Tamy on Februari 17, 2016 with No comments

Regan, Romeo, Rex, dan Rafael.

Hai kalian, empat saudara paling charming yang pernah ku kenal.
Apa kabar? aku sudah tak sabar menanti ceritamu kembali pertengahan tahun ini. Semoga endingnya menyenangkan ya! Harapanku sih tetap tak berubah, semoga Romeo jadian sama Audy hehehe. Hidup #TeamRomeo!

Tapi, pertama-tama aku ingin menyapa kalian semua.
Regan, si sulung ganteng nan kharismatik yang akhirnya menemukan separuh nafasnya Siapa lagi kalau bukan Maura.
Oh aku masih mengagumimu, bahkan awalnya aku memilih sosokmu sebagai R favoritku, kemudian aku sadar jika R1 terlalu dewasa lalu aku berpaling. Benar saja, beberapa saat kemudian kau menikah dan untungnya, aku terhindar dari patah hati dan gagal move on berkepanjangan hihi. By the way, sifat super setia, bertanggung jawab dan tipe pelindung sejatimu itu wajib ditiru oleh lelaki-lelaki di luar sana...

Lalu, ada sosok R2 alias Romeo. HAI RO! I MISS YOU SO MUCH! Wkwkwk
Meskipun Romeo sosok paling dekil, paling awut-awutan, dan hidupnya terkesan tak jelas, aku tau dia menyimpan sejuta pesona. Jujur, aku sebenarnya tak terlalu suka tipe cowok berambut gondrong, tapi aku langsung luluh kala mengenalmu.
Sifatmu yang santai, menenangkan, dan selalu ada saat Audy lagi punya masalah itu benar-benar kombinasi super perfect versiku.
Meskipun hidupmu di habiskan di depan layar monitor, nge-game sampe nggak inget waktu, jarang keramas (tapi udah mendingan semenjak ada Audy kan Ro?), kalo di rumah suka pake kaos kaki, dan segudang kegiatan lain yang kelihatannya tak berguna, tapi aku tetap jadi pendukung setiamu, Ro! Setidaknya, kamu punya penghasilan meskipun jarang keluar rumah. Sampe ketika kamu harus debat sama Rex, aku jadi makin terpesona.
Dilihat dari bagaimana Rafael paling akrab sama kamu, gimana kamu berusaha ngebantuin Audy waktu dia lagi sedih, aku tau kamu yang terbaik!
SEMOGA JADIAN SAMA AUDY YA, RO!!!! Hihihi

Kemudian ada Rex...
Oke, aku bakal ngobrol secara objektif terlepas dari betapa aku geregetan kenapa Audy suka sama anak SMA super nyebelin ini, hih.
Eh sorry.
Hai Rex! Si bungsu nggak jadi ini emang susah dipahami. Jangankan aku yang bukan siapa-siapa, keluargamu aja sama bingungnya ngadepin kamu kan? (Mungkin cuma kak Orizuka, temenku si tde, dan #TeamRex lainnya yang ngerti apa maumu ya?)
Abisnya, terlalu jenius, terlalu pendiem, terlalu kaku, terlalu serius. Apanya yang menarik coba? Okay, they said you're super cool. Well yeah that's right. Cuma aku agak kesel sama sikapmu yang nggak jelas begitu.
Memang sih, sebenernya kalo diliat dari sudut pandangmu, kamu juga ngejalanin hidup yg berat, aku tersentuh pas sampe ke bagian itu. Tapi kan nggak perlu sampe bikin hati cewek semester 7 yang mau bikin skripsi tapi nggak jadi-jadi itu patah? Apalagi part yang kamu mau kuliah ke luar negeri tanpa seorangpun di rumah yang tau. Ngeselin amat ini bocah.
Tapi yaudahlah, semoga di MIT ketemu cewek bule yg sama jenius nya dan kamu jadian ya! aaamiiinnnnn.

Last but not Least,
My favorit kiddo ever setelah Aufar dan Minguk heheh.
Halooo Rafael!
*semoga aku dapet sambutan hangat*
Ini anak yang nurunin masing-masing sifat ketiga kakaknya. Kadang, dia terlihat dewasa kayak Regan (waktu dia minta Audy balik ke rumah, that was soooo touching. Ah, jadi pengen nangis)
Seringnya, dia bersifat sebelas dua belas sama Romeo. Mereka satu komplotan kalau masalah 'ngerjain Audy', 'ngeberantakin rumah', dan 'maen game terus-terusan'.
Dan sepanjang waktu mewarisi kejeniusan Rex, yang membuatnya jauuuuhhh lebih cerdas dari anak seumurannya.
Pokoknya Rafael keren banget, pencampuran sempurna ditambah kepolosan yang tetap ada di dalam dirinya itu membuatnya makin lucu dan tak jarang bikin terharu.
Rafael, jangan ngambek lagi ya... pasti Mas Regan bisa nemuin sekolah yang pas buat Rafael dan kalian bakal tetep kumpul sebagai satu keluarga utuh. Semua orang sayang kamu, Rafa...

Oh iya, Audy yang jadi tokoh utama malah terlupakan.
Sory ya Au... (meminjam cara Rafael manggil) pokoknya aku titip mereka berempat, kamu orang yang tepat berada di antara mereka. Ketika pada akhirnya kamu akan memilih di antara Romeo atau Rex, semoga itu yang terbaik. Dan pssstt... Skripsinya dikerjain ya! Semoga di buku ke-4 ini kamu wisuda!

p.s. : Kak Orizuka, titip salam buat Romeo ya! Terimakasih sudah menghadirkan 4R ke dalam lembaran buku. Semoga nulis novelnya dilancarkan selalu^^

Regards,
#TeamRomeo yang menantikan The Chronicles of Audy Book 4.

Senin, 15 Februari 2016

Selamat Belajar Kembali!

Posted by Tamy on Februari 15, 2016 with No comments

Halo Icha, Hai Kiky...

Belom pernah dapet surat cinta dari aku kaaannn? Nih kali ini suratnya buat kalian sebagai pengiring perjalanan menuju seberang pulau.

Aaahh jadi emosional sendiri, hiks.

2/10 member R24 akhirnya sudah memutuskan langkah baru yang harus diambil untuk melanjutkan hidup. Sementara delapan lagi masih berusaha mencari kegiatan yang cocok dan sesuai, kalian berdua sudah mantap untuk memilih melanjutkan pendidikan.
A really nice choice, actually.

Dear Yulisa Triyana dan Rizky Agustri Mafikalitasari...
Kita udah bareng-bareng selama kurang lebih tiga tahun dan akhirnya makin deket di tahun terakhir perkuliahan. Kita ngelewatin dua semester paling berat sama-sama, ngerjain tugas yang ga berenti dateng di R24, ngelewatin study tour yang penuh cerita, lalu harus berjuang di daerah PKN masing-masing tapi tetep keep on contact.
Kemudian masa-masa sulitpun datang, mulai dari pembagian dosen pembimbing, ngajuin judul berkali-kali, dan banyak hal lain yang terasa tak akan selesai sampe akhirnya toga-pun terpakai di 21 September tahun lalu.
Rasanya baru kemarin kita foto-foto di Studio pake toga buat mengabadikan momen yang bakal dikenang selamanya.

Ga kerasa, hari ini kalian udah mau berangkat ke Jogja. Meneruskan perjuangan, bersiap untuk menimba ilmu yang lebih banyak.

Selamat jalan Icha dan Kiky...
Selamat belajar kembali, selamat menempuh pendidikan lagi.
Semoga setiap urusan selalu dilancarkan, dimudahkan perkuliahannya, diberikan kesehatan selalu, dan bisa membanggakan orang tua, keluarga, dan kami teman-temanmu.
Bakal kangen superduper sama kalian, secara posisi kita bakal terpisah selat sunda dan kesempatan buat ketemu nggak akan semudah kalo kita ada di satu provinsi :")

Meskipun kalian akan lebih sibuk nantinya, ku harap kalian tetap mau sesekali menengok sosial media hanya untuk tetap bertegur sapa, seperti lima bulan setelah wisuda dan grup chat masih tetap rame seperti biasa.
Walaupun kalian akan segera menemukan orang-orang baru yang kelak akan menjadi teman kalian, tolong sisakan sedikit ruang untuk menyimpan dan mengingat R24 yang tidak sempurna namun limited edition ini eeaaaa wkwkwk.

Nggak tau lagi mau bilang apa saking bingungnya, pokoknya take care, saling mengingatkan di kota orang, ingat tujuan utama dateng kesitu, jangan sering2 homesick, sok strong aja di depan ortu biar mandiri dan nggak jadi pikiran orang rumah, oke? (Kalo Icha sih aku percaya, meski bungsu pasti bisa mengatasi masalah ini, walaupun kadang mellow juga wkwk. Tapi kalo kiky... covernya aja anak pertama, emosionalnya dia sebelas duabelas sama aku hihi)

FIGHTING GIRLSSS!

Maaf yaaa nggak ada yang bisa dititipkan, cuma sebaris doa agar kalian selalu dalam penjagaan-Nya. Selamat berjuang! See you next time. Kalo pas lagi mudik, kabar-kabarin biar kita bisa meetup! Doakan kami juga bisa mengunjungimu di Kota Pelajar, dan janji ya kalo kami kesana kalian bakal jadi tour guide gratis buat kami hihihi.

Gonna miss you so much!♥♥

Love,
Tamy.

Kamis, 11 Februari 2016

Untuk Seorang Teman Lama

Posted by Tamy on Februari 11, 2016 with No comments

Kepada kamu yang nama lengkapnya berisi tiga kata.

Halo...
Setelah beberapa belas tahun tak pernah bertemu, sangat jarang ada tegur sapa, aku tiba-tiba saja terpikir dirimu.
Jadi, bolehkah aku menulis surat kali ini untukmu saja? Karena aku tau, kau tak akan mungkin pernah membacanya. Bahkan jika secara tidak sengaja (yang kemungkinannya dibawah 10%) terbaca olehmu, kau pasti tak tahu jika surat ini kutujukan untukmu.
Atau di atas segalanya, apakah mungkin kau bahkan masih mengenaliku?

Kamu, yang dulu ku kenal sebagai salah satu teman baru...
Apa kabarmu? Sejauh kulihat dari laman media sosial yang tak begitu sering diperbaharui itu, kau baik-baik saja. Sepertinya tengah berjuang menyelesaikan pendidikan yang sedang kau tempuh.
Semoga lancar selalu, semoga tetap semangat melewati setiap tahapan untuk menyongsong gelar di belakang namamu.

Hai, kamu yang hanya pernah kutemui beberapa kali..
Aku tau kita bukan teman yang sedekat itu sehingga aku bisa seenaknya menulis surat untukmu, tapi entahlah aku hanya ingin bercakap-cakap lagi denganmu, meskipun cuma satu arah. Meskipun tak akan pernah sampai, dan tak mungkin bisa kau balas.

Apakah kau masih selalu jadi yang paling pintar? Sedikit informasi yang kuketahui tentangmu berisi betapa dulu dirimu adalah sosok bintang kelas, yang tentu saja kuakui kebenarannya karena aku juga sudah mengonfirmasinya sendiri lewat pengamatan pribadi. Tapi aku bukan stalker, loh. Aku bahkan tak tahu arti stalker apa, waktu itu.

Aku tak begitu ingat persisnya bagaimana interaksi kita dulu,
Sepertinya ketika itu kita memang sempat berbicara beberapa kali meski tak begitu sering. Ataukah, pertemuan pertama itu hanya diisi perkenalan singkat?
Karena seingatku, waktu itu aku lebih dekat dengan temanmu dan kau juga lebih akrab dengan temanku.
Yang paling kuingat, kita memang sempat saling mengejek nama satu sama lain. Hanya itu yang sangat membekas.

Pertemuan kedua, aku senang melihatmu lagi. Bukan jenis senang karena akhirnya bertemu denganmu lagi, tapi lebih ke aku yang merasa bahagia karena menemukan satu orang yang ku kenal ditengah orang-orang baru. Bonusnya, kau juga masih mengingatku kala itu. Sedikit obrolan pun terbentuk. Ketika seragam putih-merah masih melekat. Ketika aku masih berponi rata.

Sekitar tiga tahun kemudian, aku menemukanmu lagi. Dengan setting tempat dan suasana yang kurang lebih sama. Tetapi kali ini, aku sudah berseragam putih-biru, begitupun kamu.
Aku mengenalimu pada detik pertama, lalu semakin yakin ketika melihat nama yang tercantum di seragammu.
Kamu yang mungkin sadar sedang kuperhatikan, menatapku balik. Entah mengenaliku atau tidak, setelah itu beberapa kali aku mendapatimu melirik ke tempatku duduk.
Mungkin kamu lupa, atau ingat tetapi terlalu ragu. Aku tak tau, dan akupun tak berani menyapa.

Ketika SMA, aku berada terlalu diluar lingkaran untuk mengikuti kegiatan yang kemungkinan bisa mempertemukan kita kembali.
Tapi akhirnya kita memang bertemu, di media sosial. Ingatkah?
Kita sedikit bercerita, lalu kau mengatakan semacam I miss you so bad atau sejenisnya (Well, aku membacanya sebagai rasa rindu teman ke temannya yang sudah lama tidak berjumpa) kemudian kita tak pernah lagi berbincang setelah itu.

Terakhir, aku menemukan namamu di kolom notifications menyukai foto yang ku unggah, sekitar setahun lalu. Ku kira aku berhalusinasi, tapi aku sangat senang ketika sadar namamu memang ada di sana.

Wah, sepertinya surat ini sudah lebih panjang daripada seharusnya.
Sekian dulu, semoga kau selalu bahagia ya...